1. Dunia Kuliner yang Selalu Berubah
Industri F&B (Food and Beverage) itu nggak pernah diam. Setiap tahun, selalu aja muncul tren baru yang bikin para pelaku bisnis harus sigap beradaptasi. Dari minuman kekinian, makanan plant-based, sampai konsep dine-in yang makin estetik, semua berlomba jadi yang paling menarik perhatian.
Kalau tahun-tahun sebelumnya kita sempat dikejutkan dengan tren seperti boba, dalgona coffee, dan croffle, maka di tahun 2025, arah kuliner mulai bergeser ke hal-hal yang lebih sehat, berkelanjutan, dan unik secara pengalaman. Nah, biar nggak ketinggalan, yuk kita bahas satu-satu tren yang diprediksi bakal jadi primadona tahun ini! https://www.uplacecullman.com/
2. Plant-Based Food yang Semakin Populer
Kalau dulu makanan berbahan nabati identik dengan vegetarian atau vegan aja, sekarang tren plant-based food udah jadi gaya hidup yang digandrungi semua kalangan.
Alasannya simpel — makin banyak orang sadar pentingnya menjaga kesehatan dan lingkungan. Produk seperti burger berbahan jamur, daging nabati (plant-based meat), atau susu oat makin mudah ditemui, bahkan di kafe-kafe mainstream.
Yang menarik, pelaku F&B sekarang nggak cuma menjual “sehat”, tapi juga “lezat”. Restoran dengan menu plant-based mulai eksplorasi rasa yang lebih kompleks dan menggugah selera. Jadi, bukan cuma pilihan alternatif, tapi jadi menu utama yang layak dicoba siapa pun.
3. Konsep “Mindful Eating” Jadi Gaya Baru
Tren ini lahir dari kebutuhan manusia modern yang serba cepat. Mindful eating berarti makan dengan sadar — menikmati setiap gigitan tanpa tergesa-gesa, menghargai proses dan rasa.
Banyak resto sekarang mengadopsi konsep ini lewat cara penyajian, suasana tempat, dan bahkan storytelling di menu mereka. Misalnya, mereka jelaskan asal bahan, cara pengolahan, sampai filosofi di balik masakannya.
Hasilnya? Pengalaman makan bukan lagi cuma soal kenyang, tapi juga emosional dan penuh makna.
4. Makanan Lokal Naik Kelas
Ini tren yang patut dibanggakan! Tahun 2025 jadi masa keemasan bagi makanan tradisional Indonesia.
Kalau dulu kuliner lokal cenderung dianggap “warung style”, kini banyak chef muda kreatif yang berhasil mengangkatnya ke level premium. Misalnya, rendang disajikan dengan plating modern, atau soto dikreasikan jadi fusion dish bareng bahan internasional.
Konsep seperti ini bukan cuma menarik buat pasar lokal, tapi juga punya daya jual tinggi buat wisatawan mancanegara. Kuliner jadi cara baru untuk mengenalkan identitas budaya Indonesia ke dunia.
5. Sustainability dan Zero Waste Movement
Kesadaran lingkungan kini jadi faktor penting dalam bisnis F&B. Banyak brand mulai menerapkan sistem zero waste — dari penggunaan bahan yang bisa didaur ulang, sampai memanfaatkan sisa bahan makanan jadi menu baru.
Contohnya, ampas kopi dijadikan bahan kue, atau kulit buah dijadikan garnish alami. Nggak cuma itu, banyak juga resto yang mulai menerapkan konsep “farm to table”, yaitu bahan langsung diambil dari petani lokal tanpa rantai distribusi panjang.
Selain lebih segar, konsep ini juga membantu ekonomi lokal dan mengurangi jejak karbon.
6. Dessert Art: Makanan Jadi Karya Seni
Kalau kamu pengguna aktif Instagram atau TikTok, pasti sering lihat dessert yang bentuknya cantik banget sampai sayang dimakan. Nah, ini salah satu tren F&B paling kuat di 2025: dessert art.
Restoran dan pastry shop berlomba-lomba menciptakan dessert yang nggak cuma enak tapi juga fotogenik. Bentuknya bisa seperti bunga, karakter lucu, bahkan karya seni tiga dimensi.
Di sisi lain, tren ini juga mendorong munculnya banyak kreator kuliner muda yang bereksperimen dengan estetika dan rasa. Jadi bukan cuma makanan, tapi juga self-expression.
7. Minuman Fungsional dan Sehat
Minuman manis mungkin masih punya penggemar, tapi arah tren minuman kini mulai berubah ke yang lebih fungsional dan bernutrisi tinggi.
Contohnya seperti:
- Kombucha dan minuman fermentasi untuk kesehatan pencernaan
- Jus cold-pressed dengan bahan superfood
- Infused water dengan buah dan herbal alami
- Minuman berkolagen atau adaptogen untuk kecantikan dan relaksasi
Konsumen sekarang lebih selektif — mereka nggak cuma pengen rasa enak, tapi juga efek positif buat tubuh.
8. Ghost Kitchen dan Bisnis Kuliner Digital
Sejak era pandemi, konsep ghost kitchen atau dapur tanpa restoran fisik mulai booming. Tahun 2025, model bisnis ini malah makin berkembang karena efisien dan scalable.
Para pelaku usaha bisa menjalankan beberapa brand kuliner dari satu dapur saja, dengan sistem delivery berbasis aplikasi. Fokusnya bukan dekorasi tempat, tapi rasa, branding, dan kecepatan pelayanan.
Buat pebisnis muda, ini jadi peluang besar. Tanpa perlu sewa tempat besar, kamu bisa bangun brand F&B dengan modal lebih ringan tapi jangkauan pasar luas.
9. Kolaborasi Brand yang Unik dan Kreatif
Kamu mungkin udah sering lihat kolaborasi unik seperti kopi campur es krim lokal, atau minuman boba hasil kolaborasi dengan fashion brand. Nah, tren kolaborasi antar-brand ini makin eksplosif di tahun 2025.
Brand makanan nggak lagi berdiri sendiri. Mereka bekerja sama dengan musisi, influencer, bahkan merek lifestyle buat bikin pengalaman yang lebih engaging. Misalnya, launching menu spesial bareng artis, atau event pop-up bareng brand sneakers.
Tren ini bikin produk F&B nggak cuma sekadar “barang jualan”, tapi juga bagian dari gaya hidup.
10. Pengalaman Makan yang Imersif
Restoran sekarang bukan cuma tempat makan — tapi tempat berpetualang rasa dan suasana.
Tren immersive dining experience mulai digemari, terutama di kota besar. Konsepnya bisa berupa:
- Restoran bertema teater atau cerita
- Pengalaman makan dalam ruangan interaktif dengan efek visual dan audio
- Menu disajikan berdasarkan emosi atau musim
Makan jadi sesuatu yang memorable, bukan sekadar rutinitas.
11. Inovasi Teknologi di Dunia F&B
Kita juga nggak bisa menutup mata terhadap perkembangan teknologi yang makin erat kaitannya dengan dunia kuliner.
Beberapa tren yang makin populer:
- AI untuk prediksi tren makanan
- Sistem pemesanan otomatis di restoran
- Robot barista dan chef
- Aplikasi tracking kalori dan nutrisi
- Augmented Reality Menu, di mana pelanggan bisa lihat tampilan makanan sebelum memesan
Teknologi membantu bisnis F&B jadi lebih efisien, personal, dan tentu saja menarik di mata konsumen muda.
12. Homemade dan Craft Food: Kembali ke Akar
Setelah lama disuguhi makanan cepat saji, konsumen mulai rindu pada hal yang autentik dan buatan tangan. Karena itu, tren homemade dan craft food kembali naik daun.
Produk seperti sambal rumahan, roti sourdough buatan lokal, atau kopi roasted manual dari daerah-daerah kecil punya daya tarik tersendiri. Orang lebih menghargai cerita dan proses di balik setiap produk.
Bisa dibilang, tahun 2025 adalah eranya “back to origin” — di mana kesederhanaan justru jadi nilai jual utama.

Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!